Jumat, 29 Oktober 2010
Kinan dan Nenek
"Ayooo berangkat Bundaaaa...cepetaaan...!"
"Neneknya Kinan lagi sakit loh, Kinan mau nengokin tau..."
Kinan langsung HERI alias heboh sendiri ketika saya memberi tahunya bahwa Nenek sedang sakit dan kami akan pergi menjenguk.
"iya Sayang, sabar dong...Bunda lagi siap-siap nich"
"Emang Kinan mau ngapain di rumah Nenek?"
"Mau pijitin punggung Nenek, biar enak Neneknya, nanti ga sakit lagi..." jawabnya yakin.
Makanya cepetan Naaaa..!" jeritnya panjang.
Ku lihat ia telah keluar rumah dan menunggu di samping pagar depan, menuntut untuk dibukakan karena ia ingin segera menghambur keluar.
Nenek memang sangat menyayangi Kinan sejak bayi, beliau terlihat begitu bersemangatnya ketika tahu cucunya sudah lahir, berbagai perlengkan bayi pun dipersiapkan di rumahnya sendiri khusus untuk Kinan jika rutin berkunjung. Juga berbagai perlengkapan lain yang selalu beliau beli untuk Kinan bawa pulang baik baju, mainan, makanan juga berbagai vitamin bayi dan lain-lain. Belum lagi limpahan perhatian dan kasih sayang yang beliau berikan, bahkan terkesan memanjakan untukku. Maka wajar jika Kinan juga sangat sayang pada nenek nya.
Ketika rumah kontrakan kami masih berjarak beberapa menit saja dari rumah Nenek, beliau bahkan rajin sekali berkunjung pagi-pagi, dan itu dilakukannya hanya karena ingin memandikan Kinan, menemaninya minum ASI seraya mengobrol ringan bersama Bunda, lalu menggendong Kinan dan bersenandung untuk si kecil sampai akhirnya ia tertidur pulas di buaian Nenek. Jika sudah begitu, barulah beliau pamit pulang dengan perasaan lega. Benar-benar kebiasaan yang membahagiakan.
Sekarang meski rumah kami berjauhan, Nenek pun masih rutin menyuruh kami berkunjung ke rumahnya, setidaknya seminggu sekali, setiap weekend beliau pasti menelfon untuk menanyakan "kapan kerumah?", dan itu dilakukannya "selalu" tanpa pernah bosan, tanpa pernah mengeluh.
Bagi Kinan sendiri, setidaknya menurut perhatian saya, Nenek adalah sahabatnya, tempat ia menceritakan segala sesuatunya. Ampuuuunnn deh kalo denger ia ngobrol sama Neneknya, ceriwiiisss...banget. Dan Nenek adalah pendengar yang baik. Dia senang sekali mendengar cucunya nyerocos kesana kemari sambil beraksi (namanya juga anak kecil, sambil ngobrol sambil main juga). Dan satu yang paling Kinan suka dari Neneknya yaitu Nenek selalu antusias mendengarkan ceritanya dan menemaninya beraksi :)
Pernah suatu malam di kamar, saya memperkenalkan nama orang-orang di sekitarnya.
Bunda : "Ayahnya Kinan namanya Pak Bagus".
Ia menirukan "Pak Agussss"
Bunda : "Bundanya Kinan namanya Bu Dian".
"Bu Ian" ulangnya.
Bunda : "Naah kalo Nenek namanya Bu Evi"
Kinan : "Bu Ewi"
Bunda : "Iya pinter, trus Utinya Kinan namanya Bu Nuk"
"Bu Nuk!" teriaknya fasih.
Kinan : "Trus namanya Kinan capa dong Na?"
Bunda : "Namanya Kinan itu Kinantia Putri Mandalawangi"
Sambil cemberut ia menjawab "Ga mau!"
Bunda : "Loh koq ga mau? Trus Kinan maunya namanya siapa dong?"
Kinan : "Namanya Kinan Nenek ajah!"
Bunda : "Jadi Kinan maunya dipanggil Nenek gitu?"
Kinan : " Bukan...yang dipanggil Nenek ya Nenek aja. Tapi namanya Kinan Nenek, gitu..." jelasnya.
Bunda : "Oooh jadi Namanya Kinan jadi Nenek, tapi Kinan tetep dipanggil Kinan, gitu?"
Kinan : "Iya" jawabnya tersenyum puas.
Bunda "Iya deeehh.."
Hihihihihi...namanya juga bayi, kadang besoknya juga dia udah lupa lagi apa yang diminta, tapi bukan apa yang dijelaskan oleh kita. Buktinya ketika saya bertanya lagi siapa nama-nama tersebut di atas, ia menyebutkannya dengan benar.
Dan sebegitu "cinta nya" ia dengan Nenek. Sampai-sampai baru-baru ini yang ia lakukan adalah, setiap kali punya barang baru dan ditanya siapa yang membelikan atau memberinya. Pasti jawabannya "Nenek!".
Tak peduli bahwa yang membelikannya Bunda, Ayah, Uti atau keluarganya yang lain.
Dasar Kinan :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





duhh kinan gemesin banget sih...ihhh ntr punya saingan nih rebutan nenek ama calon adik kinan;)) lha nenek magetan gimana..deket gaa
BalasHapusWaah ya sma aja Tante, secara baru lahir aja yang ngurusin emang Utinya..
BalasHapusKl Kangen paling Kinan minta di telfonin Uti trus bilang "Kesini dong Ti, main ruamah Kinan..."
Yah namanya juga cucu rata-rata emang deket ama Nenek kaya Tante juga khan...